Halaman Utama | Seluruh Produk Pengetahuan | Model Bioekonomi Perikanan Pukat Udang di Laut Arafura

Cover
AI

Model Bioekonomi Perikanan Pukat Udang di Laut Arafura

Pengelolaan Perikanan pada dasarnya merupakan suatu upaya yang menyeimbangkan antara pemanfaatan sumberdaya ikan di suatu perairan dengan memperhatikan kemampuan dari daya dukung perairan tersebut. Keseimbangan diperlukan agar sumber daya ikan di suatu perairan dapat berkembang biak pada batas biologi yang disarankan sehingga hasil pemanfaatannya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Pengelolaan yang demikian pada hakekatnya merupakan prinsip dari pengelolaan berkelanjutan dengan tujuan memberikan manfaat kepada seluruh masyarakat pengguna dimulai dari nelayan dan pelaku usaha penangkapan, pelaku usaha di tingkat rantai niaga, pengolahan, penyalur hasil olahan sampai kepada pelaku pemasaran baik industri maupun UMKM dan tentu di tingkat konsumen. Laut Arafura, bagian dari Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 718, dianggap sebagai salah satu area perikanan udang terpenting di Indonesia. Pukat udang yang beroperasi di WPP 718 cenderung menargetkan udang jerbung (P. merguiensis), udang windu (P. monodon), dan udang dogol (Metapenaeus endeavouri). Pada 2011 sumber daya udang di Laut Arafura dinyatakan 'fully exploited’ oleh Keputusan Menteri. Larangan penggunaan pukat udang telah diberlakukan selama lima tahun dan kemungkinan akan dicabut pada tahun 2021, bersama dengan pemberlakuan peraturan lain. Larangan saat itu ditujukan untuk mengendalikan dampak pukat udang pada sumber daya dan lingkungan. Selama lima tahun terakhir sumber daya udang di WPP 718 telah mengalami peningkatan dan saat ini ada kesempatan untuk menuai manfaat besar dari sumber daya yang berharga ini.