Halaman Utama | Seluruh Pengetahuan Tacit | SOCIAL RECOVERY DAN PROTOKOL BUDAYA DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN PASCA COVID-19

Cover

SOCIAL RECOVERY DAN PROTOKOL BUDAYA DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN PASCA COVID-19

Berdasarkan tulisan yang telah diunggah oleh PAKK pada General Stream Bitrix, paling tidak terdapat tiga hal penting dalam menyusun strategi exit policy pandemi Covid-19 di Indonesia, yaitu: Pengawasan terhadap “R” (reproduction rate/value) sebagai indikator utama efektivitas kebijakan; Pembangunan kerangka exit policy yang berbasis kausalitas; dan Pendorongan peran Bappenas sebagai agen kebijakan (policy broker). Ketiga hal tersebut sekilas nampak sederhana, namun pada kenyataannya sangat kompleks. Meskipun rumit, strategi-strategi tersebut sangat mungkin dilakukan, terutama jika bercermin pada keberhasilan beberapa negara dalam penerapannya. Contoh paling menonjol adalah Jerman. Kebijakan Stimulus Plan yang diterapkan negara berpenduduk 83 juta jiwa tersebut tidak hanya mampu menekan angka R-rate dari 1,3 (7 April) menjadi 0,68 (27 Mei), tetapi juga melakukan pemulihan terhadap kondisi perekonomian dan kehidupan sosial dalam kurun waktu yang sangat singkat. Maka tak mengherankan apabila Bundesliga sudah dapat dinikmati kembali sejak 15 Mei lalu, meskipun diselenggarakan tanpa penonton, sebagai pertanda dimulainya leg pertama dari era New Normal dalam dunia sepak bola di Eropa pasca (atau masih di tengah) pandemi Covid-19.

10,040 kali dilihat