Halaman Utama | Seluruh Produk Pengetahuan | Studi Pemetaan Perusahaan Rintisan Teknologi Hijau di Indonesia

Cover

Studi Pemetaan Perusahaan Rintisan Teknologi Hijau di Indonesia

Asia Tenggara, termasuk Indonesia, telah dipertimbangkan sebagai pasar yang menjanjikan bagi industri teknologi sejak sepuluh tahun ke belakang, dengan ramainya kemunculan perusahaan rintisan yang menawarkan solusi serta produk yang inovatif. Secara spesifik, Indonesia telah secara konsisten menunjukkan pertumbuhan ekonominya selama 10 tahun ke belakang, termasuk juga perkembangan ekonomi digitalnya. Menurut laporan World Economic Forum tahun 2019, Indonesia menduduki peringkat teratas dibandingkan negara lainnya ketika berbicara tentang angka penduduk yang bercita-cita menjadi wirausahawan.1 Meski sudah memiliki lebih dari 6.000 perusahaan rintisan dan menerima kucuran pendanaan senilai 250 juta dolar Amerika Serikat, perusahaan rintisan yang bergerak di sektor teknologi hijau masih terbilang cukup sedikit. Fokus utama mayoritas lembaga penyedia modal (venture capital) dan pemberi pendanaan lainnya masih berkutat pada perusahaan rintisan yang berhubungan dengan internet dan seluler. Meski demikian, ketertarikan lembaga penyedia modal untuk berinvestasi pada sektor teknologi hijau terlihat makin meningkat.