Potensi dan Tantangan Pengembangan EBT dengan Adanya UU Cipta Kerja dan RUU EBT (2021)
Pelaksanaan analisis, harmonisasi, dan penelaahan kebijakan pembangunan nasional
Indonesia merupakan salah satu negara dengan potensi Energi Baru dan Terbarukan (EBT) yang sangat melimpah, tetapi belum dimanfaatkan secara maksimal. Hal ini dibuktikan dengan total potensi EBT dari Sabang sampai Merauke sebesar 441,7 GW. Namun, pemanfaatannya baru 9 GW atau hanya 2%. Demikian juga dengan panas bumi, yang saat ini baru terpasang 9% dari total sumber daya sebesar 24 GW. Padahal, potensi panas bumi di Indonesia mencapai 40% dari total potensi panas bumi di seluruh dunia. Posisi dan kondisi geografi Indonesia juga sangat kondusif untuk dapat mengoptimalkan 208 GW tenaga surya, 75 GW tenaga air, 61 GW tenaga angin, 33 GW bioenergi, dan 18 GW energi laut.
Metadata Dokumen
| Bidang Kategori | Sekretariat Kementerian PPN/Bappenas |
| Unit Kerja | Pusat Analisis Kebijakan dan Kinerja |
| Jenis Pengetahuan | Pengetahuan Explicit |
| Jenis Output | ringkasan_kebijakan_policy_brief |
| Referensi yang Digunakan | Data BPS dan instansi terkait, peraturan perundang-undangan, artikel ilmiah, media massa, tesis/disertasi staf re-entry, serta informasi narasumber dari hasil FGD |
| Mitra (Unit Kerja/Instansi Lain) | Internal UKE (Pusat Analisis Kebijakan dan Kinerja) |
| Bisnis Proses |
|
| Manfaat | Bahan pertimbangan kebijakan MPPN |
| Hak Akses Dokumen | Terbuka |
| Dokumen Pengetahuan | |
| Tanggal Publikasi | 13 Mei 2025 15:12:22 |
| Video | - |
