SOLUSI STRATEGIS BANJIR JABODETABEK: SEVEN QUICK WINS ON FLOOD RISK MANAGEMENT (2020)

SOLUSI STRATEGIS BANJIR JABODETABEK: SEVEN QUICK WINS ON FLOOD RISK MANAGEMENT

Kejadian banjir di Jabodetabek pada 1 Januari 2020 merupakan bencana yang menimbulkan dampak sangat luas. Bencana tersebut menyebabkan setidaknya 60 orang meninggal dunia, 173.050 orang mengungsi dan 41 titik di ibukota tergenang bahkan menyebabkan rumah terendam sampai atap. Jika dihitung dari kerugian transaksi perputaran uang, kerugian diperkirakan mencapai lebih dari 1 Triliun Rupiah. Kerugian tersebut, belum termasuk kerugian dari sektor ritel, pariwisata, restoran, transportasi, dan infrastruktur. Untuk itu, Kementerian PPN/Bappenas sebagai institusi perencana, perlu bisa melihat bencana ini secara lebih komprehensif dan holistik. Banjir merupakan fenomena kompleks yang memiliki banyak parameter dari hulu ke hilir, sehingga diperlukan pemahaman yang komprehensif dan holistik mengenai parameter-parameter tersebut. Untuk mendapatkan solusi strategis terkait banjir Jakarta, perlu ada pemahaman terhadap parameter-parameter dominan serta faktor-faktor pemicu yang menyebabkan banjir. Parameter-parameter dominan yang ada di Jakarta dan sekitarnya tersebut antara lain; 13 sistem sungai besar, soil hidrological group (keterdapatan, penyebaran, dan pergerakan air di bawah permukaan bumi) dan morfologi (bentuk-bentuk) dataran. Sedangkan faktor-faktor pemicu banjir Jabodetabek yaitu; terjadinya hujan ekstrim, sistem infrastruktur tata air dan drainase yang melebihi kapasitas, fenomena land subsidence (penurunan tanah), dan tata ruang yang belum berbasis risiko. Dalam rangka merumuskan solusi strategis dan mengurangi risiko banjir di kemudian hari, maka parameter dan faktor tersebut perlu dlihat lebih mendalam.

Metadata Dokumen

Bidang Kategori Sekretariat Kementerian PPN/Bappenas
Unit Kerja Pusat Analisis Kebijakan dan Kinerja
Jenis Pengetahuan Pengetahuan Tacit
Jenis Output ringkasan_kebijakan_policy_brief
Referensi yang Digunakan Data BMKG, artikel ilmiah, informasi narasumber dari hasil FGD, maupun tesis dan disertasi staf re-entry
Mitra (Unit Kerja/Instansi Lain) Internal UKE (Pusat Analisis Kebijakan dan Kinerja)
UKE lain (Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan)
Bisnis Proses

Proses Bisnis Analisis Kebijakan :

  1. Menentukan tema besar analisis kebijakan.
  2. Melakukan identifikasi dan prioritisasi isu strategis/major project.
  3. Memilih topik isu strategis/major project, melakukan identifikasi pemangku kepentingan yang relevan untuk diskusi, serta menetapkan penanggung jawab penyusunan naskah.
  4. Menyelenggarakan diskusi dan mencatat isu-isu yang akan diangkat dalam policy brief atau nota kebijakan.
  5. Melaksanakan FGD lanjutan dan/atau kunjungan lapangan.
  6. Menyusun draf policy brief atau nota kebijakan.
  7. Melakukan telaah (review) terhadap policy brief atau nota kebijakan.
  8. Melakukan finalisasi dan pemformatan terhadap policy brief.
  9. Mengirimkan Nota Dinas (ND) kepada unit kerja yang terkait dengan policy brief final.
  10. Melakukan publikasi serta menyimpan policy brief atau nota kebijakan ke cloud (Google Drive) dan Drive Bappenas.
     
Manfaat Bahan Pertimbangan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas)
Hak Akses Dokumen Terbuka
Dokumen Pengetahuan
Tanggal Publikasi 24 Juli 2025 11:17:19
Video -